Salam Jabat Erat
(aku buat untuk sahabat-sahabatku di dunia ini)
     
Untuk sahabat-sahabatku sebangsa dan setanah air. Ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang,tak sayang maka tak cinta”.Sejak pertama sahabat-sahabat sekalian membuka website ini,besar harapan saya kepada sahabat-sahabat untuk lebih dekat mengenal saya. Sebagai saudara sebangsa setanah air,adalah kewajiban kita untuk saling bertukar fikiran dan sharing tentang apa yang kita tahu kepada orang lain baik yang tahu maupun tidak tahu sebelumnya. Sahabat-sahabatku yang dimuliakan Tuhan Yang Maha Esa,pintar itu relatif. Pintar bukanlah suatu value yang bisa seenaknya kita voniskan kepada seseorang tentang penafsiran pintar dan bodoh. Saya analogikan begini, saya adalah mekanik bengkel dan sahabat sekalian adalah koki. Ketika yang sedang dibutuhkan adalah seorang koki,maka pada saat itu sahabat-sahabat sekalianlah yang lebih pintar dari saya,tetapi ketika pada saat itu yang sedang dibutuhkan adalah seorang mekanik, maka sayalah yang lebih pintar dari sahabat-sahabat sekalian. Analogi di atas menyimpulkan bahwa pintar itu tidak bisa dinilai sepihak.Tuhan Yang Maha Esa tidak pernah memiliki tujuan untuk menciptakan umat yang tidak pintar di dunia ini. Akal dan fikiran kita adalah kelebihan kita sebagai mahluk yang sempurna dari segi fisik & jiwa dibabandingkan mahluk Tuhan yang lain,tetapi tetap dari segi kekhilafan dan jala,manusia bukanlah mahluk yang sempurna karena itu sebagai suatu pertaruhan dan pilihan. Kembali ke pilihan,disini kita akan mengenal pilihan hidup.Hanya ada dua pilihan dalam hidup kita sebagai umat manusia yaitu  baik dan buruk. Diatas tadi saya sudah mengatakan pintar itu relatif dan bodoh itu adalah salah jalan. Jika pintar itu dinilai berdasarkan kondisi dan situasi,maka bodoh itu adalah soal selera. “MALAS BERBUAT YANG POSITIF” itulah yang disebut bodoh. Ketika hidup ini merupakan pilihan antara baik dan buruk,orang lebih memilih untuk buruk maka itulah yang disebut bodoh.Tetapi bodoh diataspun masih menjadi relatif tergantung kondisi dan situasi. Jika orang tersebut berbuat negatif karena gangguan kejiwaan atau karena tidak tahu jalan dan tidak ada yang membimbingnya mungkin itulah yang sering kita sebut dengan kewajaran dan dari kewajaran itu akan timbul toleransi.Jika pintar di anggap suatu relatif dan bodohpun dianggap relatif,makasebenarnya pintar dan bodoh itu seperti apa ??? Pintar dan Bodoh itu adalah indikator hati, bukan indikator yang ditujukan kepada otak. Otak adalah alat dan hati nurani adalah operatornya.Yang menyebabkan orang benar atau salah dalam memilih jalan adalah hati nuraninya,bukan otaknya. Sahabat-sahabatku yang hebat,melalui website saya ini,sebagai umat Tuhan Yang Maha Esa,letakkan Tuhan di hati kita,karena kepintaran itu ketika Tuhan selalu bersama di setiap waktu kita dan bodoh ketika Tuhan tidak kita letakkan dalam hati kita.Karena pada hakekatnya kita hidup tidak sendiri, Tuhan selalu tau apa yang kita kerjakan.Setelah membaca ini,saya berharap kepada sahabat-sahabat sekalian,jangan pernah patah semangat untuk melakukan yang terbaik dalam hal positif. Pintar dan bodoh adalah relatif. Pintar yang sesungguhnya adalah ketika apa yang kita kerjakan berada di jalan yang benar dan bermanfaat untuk diri kita,orang lain ,serta mampu membuat Tuhan tersenyum.
So ”LETAKKAN TUHAN DI HATI KITA”


Salam Semangat memulai waktu
Best Regard


Arip Susanto

LINK TO AEROSPACE INSTITUTE,MANUFACTURE,& AIRLINES







Bagi yang ingin chatting atau bertanya tentang penerbangan,silahkan kirim email kalian ke aripas@rocketmail.com

GIVE COMMENT BELOW

Arip Susanto Copyright@2013. Template Picture Window. Diberdayakan oleh Blogger.
WEBSITE RESMI ARIP SUSANTO-COPYRIGHT © 2015
DIDESAIN OLEH ARIP SUSANTO-PROVIDER DOMAIN OLEH RUMAH WEB